TOMOHON, MILENIUMTIMES.id — No, stanotte amore, non ho più pensato a te (Tidak, malam ini cintaku, aku tidak lagi memikirkanmu),

Ho aperto gli occhi per guardare intorno a me (Aku membuka mata untuk melihat ke sekelilingku),

E intorno a me girava il mondo come sempre (Dan di sekitarku, dunia berputar seperti biasanya).

Chorus: Gira, il mondo gira nello spazio senza fine
(Berputar, dunia berputar di ruang angkasa yang tanpa akhir),

Con gli amori appena nati, con gli amori già finiti
(Bersama cinta yang baru lahir, bersama cinta yang telah usai),

Con la gioia e col dolore della gente come me
(Bersama kegembiraan dan kesedihan orang-orang seperti diriku).

Pre-Chorus: Oh mondo, soltanto adesso io ti guardo

(Oh dunia, baru sekarang aku benar-benar memandangmu),

Nel tuo silenzio io mi perdo
(Di dalam keheninganmu, aku tersesat),

E sono niente accanto a te
(Dan aku bukan apa-apa di sisimu).

Itulah beberapa bait lagu IL Mondo (Dunia), lagu klasik dan melegenda karya dan dinyanyikan oleh penyanyi asal Italia Jimmy Fontana yang dirilis April 1965.

Lagu ini bercerita dan bermakna moving on dimana kita sadar bahwa dunia, alam semesta tidak berhenti berputar hanya karena kesedihan kita.

Semerbak dan aroma bunga pada “TIFF” (Tomohon International Flower Festival) melukiskan keindahan hidup yang begitu kuat, sehingga ia mampu mengalihkan fokus kita dari rasa lelah akibat masalah duniawi dan mengingatkan kita untuk terus melangkah maju.

Makna keindahan hidup penyegar jiwa aroma bunga-bunga Tomohon, bekerja sebagai pengingat alami bahwa di balik kesulitan, selalu ada hal murni yang patut disyukuri.

Keharuman tersebut memicu energi positif agar pikiran tidak terjebak dalam kesedihan, meratapi masalah, keindahan alam menarik perhatian kita pada harapan baru karena dunia terus berputar.

Itulah sebabnya, lagu yang sudah berusia 61 tahun ini dipilih oleh Judie Turambi dan diaransemen Ferry Darossa lalu dinyanyikan dua talenta mudah berbakat Tomohon Jose Sulu dan Chelsea Hamisi boleh mendapat bagian dan menjadi awal pembuka parade bunga Sabtu, 8 Agustus akhir pekan lalu.

Saat Jose dan Chelsea melantunkan frasa pertama, para tamu undangan yang duduk di panggung utama diantaranya para Duta Besar dan Konsul Kehormatan serta undangan dari Kementrian, Gubernur Sulut Wali Kota Tomohon dan Wakil Wali Kota, Ketua Panitia juga artis Diana Pungky serta semua penonton mulai terdiam namun menyimak lantunan lirik dan irama yang terdengar klasik.

Dibalut suasana hening seketika, tamu dan undangan hanyut dengan apa yang sedang mereka dengar IL Mondo.

Beberapa menit kemudian, keheningan ‘pecah’ oleh gemuruh tepuk tangan dan apresiasi spontan semua penonton saat lagu berakhir, seketika membuat armosfer panggung TIFF terasa megah dan mendunia oleh lantunan suara emas Jose dan Chelsea.

Dalam perhelatan TIFF 2026, performa luar biasa dan terbaik telah dipersembahkan oleh Jose dan Chelsea untuk Tomohon. Semoga TIFF terus berlanjut menuju visi Tomohon Kota Pariwisata Dunia dan Jose dan Chelsea Maravilhosos, sao dèmais (luar biasa dan mereka menakjubkan (fry).