
MAMUJU, MILENIUMTIMES.id — Persaingan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bridge di Mamuju memberikan gambaran menarik bagi perkembangan bridge Sulawesi Utara (Sulut).
Pada Antar Kota Kelas A, tidak satu pun wakil Sulut berhasil menembus empat besar untuk berlaga di final. Namun, dari Kelas B, Sulut justru mencatat hasil positif melalui Kabupaten Minahasa yang berhasil masuk semifinal, sementara Kabupaten Minahasa Utara masih berpeluang promosi ke Kelas A.

Kelas A: Manado Terdekat ke Final
Berikut hasil klasemen Kelas A hingga babak yang ditampilkan menunjukkan empat besar ditempati:
1. Kota Jakarta Pusat — 93,91
2. Kota Semarang — 87,82
3. Kota Palu — 80,65
4. Kota Jakarta Selatan — 69,36
Wakil Sulut terbaik adalah Kota Manado yang berada di posisi kelima dengan 68,15, hanya terpaut 1,21 poin dari Jakarta Selatan di posisi keempat.

Di bawah Manado terdapat Kota Tomohon di posisi ketujuh dengan 52,99, sementara Kota Bitung berada di posisi kedelapan dengan 44,71.
Dengan demikian, tidak ada tim Sulut yang berlaga di final Kelas A. Namun, posisi Manado menunjukkan bahwa jarak menuju empat besar sebenarnya cukup dekat.
Kelas B Membawa Kabar Positif
Berbeda dengan Kelas A, Sulut berhasil menempatkan wakilnya di papan atas Kelas B.
Pada Round 9, empat besar ditempati:

1. Kabupaten Tana Toraja — 131,93
2. Kabupaten Maros — 127,03
3. Kota Ambon — 116,77
4. Kabupaten Minahasa — 111,50
Dengan hasil tersebut, Kabupaten Minahasa berhasil menembus semifinal Kelas B.
Prestasi tersebut menjadi catatan penting bagi Sulut karena Minahasa menjadi satu-satunya wakil Sulut dari Kelas B yang berhasil masuk empat besar.

Sementara itu, Kabupaten Minahasa Utara berada di posisi kelima dengan 101,74. Minut belum tersingkir. Mereka harus melanjutkan perjuangan melalui play-off, yang akan memperebutkan empat posisi promosi ke Kelas A.
Peluang Lima Wakil Sulut di Kelas A
Jika Minahasa Utara berhasil memenangkan jalur play-off promosi, maka komposisi wakil Sulut di Kelas A pada Kejurnas berikutnya berpotensi bertambah menjadi lima kabupaten/kota.
Saat ini tiga kota Sulut sudah berada di Kelas A:
Kota Manado
Kota Tomohon
Kota Bitung

Kemudian Kabupaten Minahasa menjadi tambahan dari jalur Kelas B, sementara Kabupaten Minahasa Utara berpeluang menyusul melalui play-off.
Artinya, Kejurnas berikutnya berpotensi menghadirkan lima wakil Sulawesi Utara di Kelas A.
Hasil Mamuju Menjadi Bahan Evaluasi Pembinaan
Hasil di Mamuju memperlihatkan dua sisi perkembangan bridge Sulut. Di satu sisi, belum adanya wakil Sulut di final Kelas A menjadi pekerjaan rumah untuk peningkatan prestasi di level tertinggi.
Di sisi lain, keberhasilan Minahasa masuk semifinal dan peluang Minahasa Utara mendapatkan promosi menunjukkan adanya regenerasi dan perluasan kekuatan kompetitif di Sulut.

Yang menarik, Manado hanya terpaut 1,21 poin dari zona empat besar Kelas A, sehingga persoalannya bukan semata-mata jarak yang jauh dengan kelompok teratas. Sementara dari Kelas B, Minahasa telah membuktikan mampu bersaing di papan atas dan Minahasa Utara masih memiliki peluang untuk naik kelas.
Dengan demikian, Kejurnas Bridge Mamuju bukan hanya soal siapa yang menjadi juara, tetapi juga menjadi cermin peta kekuatan bridge Sulawesi Utara untuk periode berikutnya. Dari tiga kota yang selama ini berlaga di Kelas A, Sulut berpeluang memiliki lima wakil pada Kejurnas mendatang.
Minahasa sudah membuka jalan. Minahasa Utara kini tinggal menuntaskan perjuangan di play-off.
Pantauan Mileniumtimes.id di arena pertandingan, kompetisi antar Kabupaten/Kota di hari ke dua ini, berlangsung alot (fry).

Tinggalkan Balasan