TOMOHON, MILENIUMTIMES.id — Sehubungan dengan penurunan debit air bersih secara drastis akibat musim kemarau panjang yang berdampak langsung pada terganggunya pelayanan distribusi air minum kepada sebagian besar masyarakat pelanggan di Kota Tomohon, FORPPAM Tomohon melakukan audensi dengan Manajemen Perusahaan Air Minum Zano Mahawu, Selasa (8/9/2026) bertempat di Kantor PDAM Talete Dua Tomohon.

Audensi perdana Forum Pelanggan Perumda Air Minum (FORPPAM) Tomohon sejak terbentuk Mei 2026 silam yang diketuai Tommy Pangemanan menekankan pentingnya perlindungan hak-hak masyarakat di tengah menurunnya debit air secara signifikan akibat cuaca ekstrem.

“Pelanggan air jangan sampai dikorbankan akibat terganggunya pelayanan karena debit air yang terus menurun”

“FORPPAM hadir sebagai mitra kritis-konstruktif yang mengacu pada UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, UU No. 25/2009 tentang Pelayanan Publik, dan Permendagri No. 21/2020,” sebut Pangemanan mengawali dialog.

Tiga Pilar Solusi Teknis dan Manaiemen Arus Kas

Dewan Pakar FORPPAM, Stefy Tanor lalu
memaparkan secara menyeluruh strategi penanganan krisis yang mencakup rekayasa teknis hingga ketahanan keuangan perusahaan.

Pemaparan bertumpu pada Tiga Pilar Utama: Pilar I: Penanganan Darurat (Emergency Response)
◦ Kepastian jadwal gilir air berbasis District Meter Area (DMA) yang dibagi ke dalam tiga
zona (Red, Yellow, Green Zone) dengan skema 12 jam ON/ 12 jam OFF.

– Pengerahan armada mobil tangki gratis (500-1.000 liter/KK/hari) khusus area black spot (wilayah mati air >3 hari) melalui sinergi bersama BPBD, Satpol PP; dan Dinas PU.
– Penerbitan SK Direksi terkait Billing Adjustment, yakni keringanan atau pembebasan biaya abodemen (minimum charge) bagi pelanggan yang mengalami penurunan layanan mati air lebih dari 7 hari berturut-turut.

Pilar II: Rekayasa Teknis & Manajemen Distribusi
◦ Manajemen tekanan katup (va/ve throttle control) dan penyiapan booster pump portabel untuk area elevasi tinggi,.
◦ Pembentukan Tim Quick Response (ORT) untuk menangani kebocoran pipa pipe burst) di bawah 6 jam serta penertiban sambungan ilegal (illega) tapping) untuk menekan Non-Revenue Water (NRW) sebesar 15-20%.
◦ Interkoneksi dan diversifikasi sumber air baku melalui rerouting jalur pipa dari sumber yang stabil.

Pilar III: Transparansi & Pengawasan Bersama.

– Pengoperasian Hotline Crisis Center 24/7 via WhatsApp dengan SOP response time maksimal 15 menit.
◦ Transparansi data debit air baku secara mingguan,
– Pembentukan Tim Monitoring Gabungan antara PERUMDA dan FORPPAM guna memastikan bantuan air dan penggiliran berjalan adil.

Mitigasi Risiko Keuangan BUMD

Selain aspek operasional teknis, Tanor yang mantan Direktur Utama PDAM Minsel/Mitra, menggarisbawahi peringatan risiko keuangan bagi BUMD. Penurunan volume air terjual yang berlarut-larut diproveksikan dapat memicu defisit arus kas parah, beban operasional tangki yang membengkak, hingga risiko gagal bayar listrik PLN intake, bahan kimia pengolahan, dan operasional pegawai.

Sebagai langkah antisipasi, FORPPAM mendorong PERUMDA Air Minum Kota Tomohon untuk mengesahkan Plan B (Emergency Contingency Fund).
• Efisiensi Anggaran Non-Operasional: Penghentian sementara belanja modal (CAPEX) dan biayak kantor yang tidak berdampak langsung pada penambahan debit air.

• Aktivasi Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemkot: Mendorong penetapan Status Tanggap Darurat Kekeringan agar penyediaan pasokan air bersih darurat dapat didukung oleh APBD/BTT Pemkot Tomohon, BPBD, dan Dinas PU.

Dipenghujung pertemuan, manajemen menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kepedulian dan solusi yang ditawarkan oleh FORPPAM Tomohon dan akan menindaklanjuti point-point yang sudah harus segera dilaksanakan.

Audensi strategis yang berjalan serius dan kekeluargaan, dihadiri langsung oleh jajaran Dewan Pengawas dan Manajemen PERUMDA Air Minum Kota Tomohon masing-masing; Janny Mamengko (Ketua Dewan Pengawas PERUMDA), Jacqualine Mangulu (Anggota Dewan Pengawas PERUMDA / Kepala Bapelitbangda Kota Tomohon), Nikson Kaunang (Anggota Dewan Pengawas PERUMDA), 4. Freddy Tumurang (Kepala Bagian Teknik PERUMDA) dan Findly Lumenta (Kepala Bagian Administrasu Umum dan Keuangan) PERUMDA.

Sementara FORPPAM hadir jajaran pengurus inti, Tommy Pangemanan (Ketua FORPPAM), Enos Pontororing, (Sekretaris Umum), Judie Turambi, (Ketua Bidang Advokasi Pelanggan/ Mantan Direktur Umum PDAM), serta Stefy Edwin Tanor, (Dewan Pakar FORPPAM / Mantan Direktur Utama PDAM Minsel dan Mitra) (fry).